sarang burung walet

Manfaat Sarang Walet

Manfaat Sarang WaletSiapa sih yang belum pernah mendengar sarang walet?

Seperti yang sudah kita ketahui, sarang walet yang asli harganya sangat mahal. Dan yang sampai sekarang kita ketahui juga bahwa harga sarang walet itu mahal karena (asumsi) burung walet itu suka membuat sarang walet di gunung-gunung yang tinggi (bahkan di puncak dan ujung tebing). Nah untuk mengambil sarang walet itu harus menggunakan pendaki-pendaki yang sudah sangat berpengalaman.

Umumnya, sarang walet disajikan dalam bentuk sup. Dan dapat kita temukan di restoran-restoran Cina. Sebenarnya, pengkonsumsian sarang walet ini bukanlah hal yang baru. Malah, sudah sejak abad 14, sarang walet ini dimanfaatkan sebagai makanan. Di Cina, sup sarang burung walet (birdnest soup) merupakan makanan favorit para raja dan bangsawan. Dan menurut cerita yang masih beredar sampai sekarang, kaisar Ming sangat menggemari sup yang satu ini. Mungkin karena cerita atau mitosnya itulah, maka sup sarang walet dijadikan simbol makanan yang mewah dan bergengsi dan sangat mahal harganya.
Tetapi, pengkonsumsian sarang walet di Indonesia bisa dikatakan tergolong masih rendah. Hampir 90% sarang  walet di ekspor ke luar negri. Pengkonsumsian sarang burung walet inipun masih ada bedanya. Jika di Singapore dan Malaysia, lebih menyukai sarang walet yang mengandung lumut (moss nest), yang biasanya diambil dari gua-gua karang di tepi pantai. Sehingga warnanya pun tidak sebersih sarang burung walet yang dibudidayakan di atap-atap rumah/gedung. Menurut mereka, rasanya lebih kenyal dan tidak cepat pecah saat dimasak. Sedangkan Cina dan Indonesia lebih menyukai sarang walet yang putih bersih.
Untuk menentukan kualitas dari sarang burung walet, ada syarat – syarat tertentu yang harus dipenuhi, misalnya ketebalan sarang. Seperti yang kita ketahui, sarang walet itu dibuat dari air liur burung walet tersebut. Setiap hari, sepasang walet betina dan jantan bergantian membuat sehelai sarang dengan cara mengoleskan air liur mereka ke dinding gua, dinding tebing, ataupun atap rumah/gedung. Satu hari hanya mengoleskan satu helai sarang saja. Jadi jangan heran, untuk membuat sarang saja dibutuhkan waktu sekitar 33-41 hari. Malah, pada saat musim kemarau, pembuatan sarang bisa lebih lama yaitu sekitar 80 hari.
Kualitas itulah yang menentukan harga atau nilai dari sarang burung walet tersebut. Sarang walet dengan kualitas sempurna yaitu yang memiliki bentuk seperti mangkuk, dindingnya tebal, kuat dengan tinggi kira-kira 5 cm, serta bersih tidak tercemar kotoran. Sarang walet ini bisa dijual dengan harga yang cukup tinggi. Sebaliknya, sarang walet yang kualitasnya rendah yaitu yang serat-seratnya tidak utuh, kotor, serta bentuknya cacat, hanya bisa dijual dengan harga murah.
Khasiat Sarang Walet Mitos atau Fakta
Khasiat sarang burung walet (Collocalia Fuciphaga) cukup terkenal di seantero dunia. Sarang burung anggota famili apodiae ini sejak puluhan bahkan mungkin ratusan tahun lalu diyakini punya khasiat dalam memberikan kesegaran dan bahkan untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Mitos baik untuk kesehatan muncul dari pengalaman pengguna yang semula disampaikan dari mulut ke mulut itu kemudian disebarluaskan pula oleh media massa. Itulah setidaknya yang dipercaya masyarakat Indonesia dalam sebuah laporan penelitian Riset Unggulan Nasional Terpadu.
Ada 3 kelompok responden yang diteliti, masyarakat, awam, pengusaha dan ilmuwan, mengatakan bahwa sarang walet punya banyak keampuhan. Antara lain menjaga kesegaran tubuh, meningkatkan vitalitas, obat awet muda, memelihara kecantikan dan menghambat kanker.
Menurut Dr Cheng Ce yang ditemui di Cianjur, liur dari kelenjar glandula sub lingualis itu dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, bukan berarti mengobati penyakit.
Sarang walet itu berfungsi sebagai food supplement ibarat multivitamin di toko-toko. “Asupan sarang walet akan menstimulus kinerja organ-organ tubuh lebih baik. Kekebalan tubuh meningkat dan penyakit menyingkir,” tutur spesialis kanker dari Sekolah Kedokteran Tradisional di Propinsi Henan, Cina. Jadi selain itu juga sarang burung walet mengandung protein yang berbentuk glikoprotein yang merupakan komponen terbesar selain karbohidrat, lemak, dan air. Jumlahnya mencapai 50 persen. Di tubuh, protein berperan sebagai zat pembangunan. Ia membentuk sel-sel dan jaringan baru serta berperan aktif selama metabolisme protein asal hewan diakui lebih gizi lantaran punya ikatan senyawa lebih kompleks dari pada protein nabati.
Bahkan salah satu senyawa turunannya azitothymidine telah diteliti bisa melawan AIDS. Istimewanya lagi, sarang walet sumber asam amino yang lengkap. Tercatat sekitar 17 asam amino esensial, semi esensial dan non-esensial yang dimiliki. Salah satunya kini dikembangkan oleh peneliti-peneliti di barat sebagai pelawan stroke dan kanker. Mineral-mineral sarang walet tak kalah manjurnya untuk mendukung aktivitas tubuh.Ada 6 mineral yang sudah diketahui seperti kalsium, besi, phospor, kalium dan natrium.
Di dalam tubuh, kalsium berperan untuk pembentukan tulang. Sayangnya, mineral dan senyawa penting sarang walet mudah leyap. Oleh karena itu, Dr. Kong Yun Cheung dari Universitas Hongkong, menyarankan sarang walet tidak perlu di cuci, sebab glikoprotein akan terbuang, toh sup sarang walet tetap menunjukkan manfaat sugesti penyantaplah yang diduga jadi obatnya.

Demikian sekilas manfaat sarang walet yang sudah terbukti benar.

0saves
Jika informasi ini bermanfaat mohon klik tombol di samping/atas untuk berbagi. Untuk memberikan komentar silahkan klik ketik komen atau subscribing to the RSS feed untuk berlangganan artikel.

Comments

comments

Post Navigation

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>